X

Pantai Lhok Nga

Pantai Lhok Nga terletak di pantai barat Aceh di ujung Pulau Sumatera. Ia berada di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Lokasinya berdekatan dengan pantai Lampuuk dan dapat ditempuh melalui jalur Banda Aceh – Calang.

Pantai Lhoknga bertolak belakang dengan lokasi pantai Ujong Batee. Pantai Lhok Nga jaraknya sangat dekat dengan kota Banda Aceh. Pantai indah ini cukup ramai ketika hari libur, yaitu pada siang sampai sore hari. Jarak lokasi pantai dengan kota Banda Aceh, Ibu Kota Provinsi kurang lebih 22 km. Dari Kota Banda Aceh dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dalam waktu kurang lebih 25 menit. Apabila naik angkutan umum, yaitu labi-labi (angkot) jurusan Banda Aceh-Lhoknga (labi-labi no. 4) , dapat ditempuh kurang lebih 40 menit.

Pantai Lhok Nga merupakan salah satu objek wisata yang paling banyak dikunjungi masyarakat Aceh, terutama pada hari Minggu. Pantai ini terletak di pinggir jalan raya Banda Aceh-Calang (Aceh Jaya). Dari pantai terlihat sebuah pabrik semen Andalas yang sempat mengalami kerusakan parah akibat terkena gelombang Tsunami. Di dekat pabrik semen tersebut, terdapat pegunungan kapur, yang kapurnya digunakan sebagai bahan baku utama produksi semen.

Lihat Pantai Lhoknga di peta yang lebih besar

Tempat ini juga banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal ataupun dari manca negara karena pantai ini terlihat lebih terawat dibanding dengan pantai Ujung Batee ataupun Pantai Lampuuk. Di sekitar pantai Lhoknga terdapat fasilitas umum seperti toilet umum, kafe sederhana, dan tempat peristirahatan.

Pantai ini dikelilingi oleh pasir putih dan bebatuan, dimana ada banyak sekali ikan kecil berwarna warni di sekitar pantai dan membuat pantai ini semakin indah. Ada banyak sekali pohon kelapa yang tumbuh di sekitar pantai, selain pohon kelapa ada juga pohon-pohon rindang, termasuk pohon cemara yang memberikan kesejukan bagi para pengunjung pantai. Selain itu, ada banyak sekali penjual makanan di sekitar pantai yang menawarkan banyak pilihan makanan bagi wisatawan yang datang ke sana.

Pantai ini juga telah menyiapkan para penjaga pantai. Terdapat beberapa tower pengawas di sepanjang pantai dimana para life guard sudah siap sedia mengamankan para wisatawan yang berada di pantai tersebut, mirip film Baywatch ya hehehe. Tim penjaga pantai ini dimotori oleh pekerja asing yang bekerja di Banda Aceh dan diprakarsai oleh organisasi lokal di tempat tersebut.

Pantai Lhok Nga terkenal dengan pasir putihnya. Beragam karang putih dan keong dapat ditemukan di pasir pantai. Di pantai ini para pengunjung dapat melakukan berbagai pilihan rekreasi, seperti berenang, berjemur, memancing, snorkeling dan berselancar. Ombak pantainya sangat cocok untuk berselancar, karena dapat mencapai ketinggian hingga tiga meter. Khusus bagi pengunjung yang ingin berenang, perlu mengetahui adanya zona terlarang di mana pusaran ombaknya terlalu berbahaya. Apabila tidak ada tanda tertulis tentang zona terlarang, pengunjung dapat bertanya kepada anggota penyelamat pantai di tower pengawas atau kepada orang-orang yang berjualan di sekitar pantai. Bagi perempuan yang ingin berenang, diharuskan mengenakan pakaian yang menutupi aurat (tidak terbuka).

Di sore hari suasana pantai terasa lebih hening dan nyaman. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan sunset yang penuh pesona. Pantai Lhoknga ini memiliki ombak yang lumayan tinggi, namun ombak tersebut akan pecah di dekat pantai. Inilah salah satu yang membuat para peselancar banyak ditemui di sekitar pantai untuk menikmati sapuan dari ombak di pantai Lhoknga. Pantai ini juga memiliki sunset yang sangat indah dan tidak akan dilewatkan oleh para wisatawan yang datang ke sana. Sunset dan deburan ombak, diiringi angin yang bertiup sepoi-sepoi membuat suasana pantai menjadi begitu romantis. Kamu juga bisa menikmati jagung bakar manis dan es kelapa muda, atau es jeruk selama memandang keindahan sunset di pantai Lhoknga.

Saat ini belum ada akomodasi di sekitar pantai. Berbeda kondisinya dengan sebelum tsunami yang banyak tersedia cottage (tempat penginapan) bagi pengunjung.
Di lokasi pantai ada tempat penyewaan papan selancar. Untuk urusan makanan, pengunjung tidak perlu bingung. Di sepanjang pantai berjejer kedai makanan maupun kafe-kafe yang menjual berbagai makanan dan minuman.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah ketika adzan magrib berkumandang segeralah meninggalkan area pantai tersebut karena beberapa pemuda setempat tidak segan untuk mengusir pengunjung pantai. Warga setempat sangat menjungjung tinggi norma islami, karena itu para pengunjung yang datang ke sana harus mengerti dan memaklumi keadaan masyarakat di sana.

edsbali:

View Comments (1)

  • It looks like a print painting. Aliw, paarng hinahangin ang flowers! Sayang lang, it would have been great to receive a card showcasing what Czech Republic looks like no?